Occultisme
Occultisme terdiri dari dua kata, yaitu “Occul” yang berarti gelap dan “Isme” berarti faham atau ajaran. Occultisme adalah ajaran atau faham mengenai kuasa-kuasa kegelapan dan hal-hal kegelapan. Kuasa kegelapan berasal dari iblis atau setan. Setan yang dapat menipu dan membutakan mata manudis terhadap hal-hal yang terang. Karena itu, iblis dapat menjelma seperti malaikat terang ( 2 Kor. 11:14), ia dapat memutar-balikkan firman Allah sehingga manusia tergiur terhadap bujukannya. Di sinilah orang sering tertipu dengan istilah ilmu hitam adalah jahat dan ilmu putih itu yang baik. Padahal, kedua ilmu tersebut adalah kuasa kegelapan.
Ilmu putih memakai ayat-ayat firman Tuhan untuk menolong orang yang sedang diliputi kesusahan, ketakutan dan kena guna-guna. Orang ingin mempertahankan bahwa ilmu itu baik, pada hal ini hanyalah permainan iblis atau setan untuk menglabuhi orang.
Mengapa orang ingin memakai atau belajar kuasa kegelapan?
Ada beberapa alasan, sbb:
a. Kurang rasa aman,
b. Takut disaingi oleh orang lain,
c. Ingin cepat kaya,
d. Ingin awet muda dan tetap kelihatan cantik atau tampan,
e. Ingin cepat dapat jodoh, dsb.
Dengan demikian, orang yang memakai kuasa kegelapan adalah orang yang tidak percaya diri (PD), bahwa dirinya adalah ciptaan Tuhan yang mulia. Dan tidak mempercayai Tuhan sebagai penyelamat dalam hidupnya. Bentuk-bentuk occultisme berupa jimat, mantera, mempercayai hari baik dan hari jahat sehingga tahu kapan boleh pergi dan kapan tidak boleh pergi atau melakukan sesuatu. Mempercayai horoskop, yaitu ramalan melalui bintang, seperti Gemini, Virgo, Aries dan sebagainya, dengan kata lain mempercayai ramalan-ramalan. Pelaku occultisme adalah orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadinya. Mereka adalah orang-orang yang mengeraskan hatinya untuk mengikut Tuhan. Mereka ini seperti: dukun, para peramal, dsb. Sangat disayangkan, jika orang percaya meminta nasihat kepada mereka, bukan kepada orang yang takut akan Allah. Orang semacam ini tidak berbahagia, mengapa? Karena Pemazmur berkata: “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fisik, yang berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh” (Maz.1:1).
Orang fisik adalah orang yang tahu kebenaran firman Tuhan, tetapi ia tidak melakukan firman itu dalam kehidupannya, melainkan ia melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah atau firman Tuhan. Orang berdosa adalah orang yang menentang Allah, atau dengan kata lain, orang yang menolak Allah. Orang pencemooh adalah yang mengejek orang benar. Orang percaya tidak boleh pergi dan meminta nasihat, pertolongan melalui orang-orang tersebut. Jika kita meminta pertolongan atau nasihat kepada orang-orang tersebut, maka kita sedang menuju jalan yang tidak dikehendaki Allah. Kita sedang dibelai dan dibujuk rayu oleh iblis, sehingga kita jatuh dalam pelukannya yang akan membawa pada ketidakpastian dalam hidup. Dan kita hidup dalam kutuk, putus hubungan dengan TUHAN. Bukankah kebahagian yang dicari oleh manusia? Ya, benar!
Tetapi kebahagian itu bukan diperoleh begitu cepat. Kebahagian itu merupakan suatu proses dalam kehidupan manusia atau orang percaya. Kebahagian itu bukan diperoleh dengan kuasa di luar kuasa Allah, melainkan di dalam Tuhan Yesus Kristus, Yaitu dengan membaca dan melakukan firman-Nya (Maz/1:2). Bagimana sikap kita terhadap occultisme? Ada beberapa hal sbb: a. Kita harus menyadari bahwa occultisme itu ada dan harus diwaspadai dalam hidup kita. Iblis juga memiliki kuasa untuk mempengaruhi manusia. Sehingga kita jangan sekali-kali mau mencobanya. b. Kuasa Iblis sudah dikalahkan oleh Tuhan Yesus melalui karya penebusan-Nya, sehingga orang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadinya, dia akan menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12; Jol.1:13), bukan lagi sebagai anak-anak iblis (Yoh. 8:44). c. Kita harus melawan kuasa kegelapan itu, karena kita telah diberikan kuasa oleh Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus (Mat. 10:1; Mrk/16:25-28; Luk. 10:16). (*)